Kata
Pengantar
Puji dan syukur saya ucapkan atas
hadirnya Allah swt, karena berhat dan rahmatnya saya bias menyelesaikan karya
ilmia yang berjudul tentang Manusia Sebagai Makluk Berbudaya, Makala ini saya
buat untuk menyelesaikan tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.
Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu saya dalam mengerjakan karya ilmia saya yang berjudul Manusia Sebagai
Makluk Berbudaya, Karna bantuan semua pihak saya dapat menyesesaikan karya
ilmia saya dengan tepat waktu. Karna itu saya berharap ada kritik dan saran
yang dapat lebih menotifasi saya dalam membuat karya ilmia selanjutnya.
Semoga karya ilmia yang saya buat dapat memberikan
bermanfaat kepada saudara sekalian yang membaca dan dapat memberikan informasi.
Bogor, 29 September 2015
Penyusun
Raka Adjie Putrawan
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
1.2 Tujuan
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Definisi
manusia
2.2
Definisi budaya
2.3 Pengertian
berbudaya
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Fungsi
berkebudayaan dalam masyarakat
3.2 Fungsi
berbudaya
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
Manusia
adalah satu satunya makluk yang ciptaan Tuhan yang paling sempuna diantara
makluk makluk lain. Denga akal dan budi yang diberikan kepada manusia agar dapat
bersosialisasi secara individu atau dengan satu sama lain, dan dapat mengambil
keputusan diantara semua pilihan yang ada, mengambil segala pelajaran dalam
kehidupannya baik itu kejadian yang menyenangkan atau kejadian yang kurang
menyenangkan, serta dapat mempertimbangkan baik atau buruknya segala hal yang
akan mempengaruhi kehidupannya.
Setiap
manusia selalu menjalani segala aktifitas baik segala aktifitas pribadi,
keluarga, etnis/suku, kelompok, dan masyarakat. Pada umumnya kegiatan yang
terjadi pada kegiatan pribadi merupakan kegiatan yang sudah terpengaruh oleh
lingkungan sekitar.
Kegiatan
yang terjadi pada setiap hari merupakan kegiatan yang sudah menjadi kewajiban
bagi setiap seseorang. Ada beberapa kegiatan yang mempengaruhi budaya
seseorang.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan yang diperoleh dari karya
ilmia ini adalah sebagai berikut:
1.
Fungsi
berkebudayaan dalam masyarakat ?
2.
Fungsi
berbudaya ?
BAB II
Landasan Teori
2.1
Definisi manusia
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi,
mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut
menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan
2.4 Definisi budaya
Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga
budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak
orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang
berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya
adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa
alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari
budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit
nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan
atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk
berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika,
“keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina.
Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan
pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis
yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh
rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan
demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku
orang lain.
2.3 Pengertian berbudaya
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan
masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang
dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas
Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial,
ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut
Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota
masyarakat.
Menurut
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan
adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan
adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya,
berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan
lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
kehidupan bermasyarakat.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Fungsi berkebudayaan dalam
masyarakat
Kebudayaan merupakan hal tak
terpisahkan dan masyarakat. Di mana ada masyarakat, di situ ada kebudayaan. Kebudayaan merupakan penopang hidup
masyarakat. Kebudayaan mempunyai fungsi tertentu dalammasyarakat. Fungsi tersebut bisa kita pahami berdasarkan sudut
pandang teori sosiologi.
Menurut teori fungsional-struktural, kebudayaan berfungsiuntuk memelihara seluruh prosesdalam masyarakat. Pertama-tama,kebudayaan berfungsimempersatukan masyarakat dan menciptakan
stabilitas. Hal itu terwujud melalui kesediaan masyarakat untuk menerima nilai-nilai inti sebagai pedoman
kehidupan bersama. Lebih lanjut, kebudayaan memungkinkan masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan fisik maupun non-fisik. Sebagaimana sudah
dibahas di atas,
kebudayaan terdiri atas empat wujud. Keempat wujud kebudayaan itu
semuanya merupakan kebutuhan
masyarakat.
1. Wujud pertama kebudayaan berupa
benda-benda fisik, terutamaberfungsi
untuk memenuhi kebutuhan fisik masyarakat.
2. Wujud kedua kebudayaan berupa
sistem sosial, terutama berfungsi
untuk memenuhi kebutuhan
untuk menata kehidupan
bersama.
3.Wujud ketiga kebudayaan berupa
sistem budaya berfungsi untukmemenuhi
kebutuhan emosional-spiritual (makna hidup)
4. Wujud keempat kebudayaan berupa
nilai budaya. atau terutamaberfungsi
untuk memenuhi kebutuhan identitas diri atau kelompok masyarakat.
Sementara itu, menurut sudut pandang teori konflik sosial, kebudayaan
terutama berfungsi untuk meemelihara ketidaksamaan sosial. dengan
kata lain,kebudayaan sesungguhnva
berfungsi untuk memelihara dominasi kelompok tertentu dalam masyarakat terhadap
kelompok lainnya. Adanya dominasi
kelompok tersebut akan menimbulkan ketidakpuasan kelompok lain. Hal
itu pada gilirannya akan mendorong timhulnya perubahan sosial
Apabila dicermati,
kedua sudut pandang tersebut
memiliki kebenaranmasing-masing.
Karena itu. keduanya memiliki
pandangan yang saling melengkapi dalam memahami fungsi kebudayaan. Atas dasar kedua pandangantersebut. dapat
disimpulkan bahwa kebudayaan setidaknya memiliki fungsi sebagai berikut.
3.2 Fungsi berbudaya
Fungsi
Kebudayaan antara lain sebagai berikut :
a. Mempersatukan masyarakat.
b. Memenuhi
kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
c. Mendorong
terjadinya perubahan masyarakat.
Dari ketiga fungsi tersebut. fungsi kebudaayan untuk dapat‘mempersatukan
masyarakat’ umumnya makin problematis. Hal itu karenamasyarakat sekarang
cenderung merupakan masyarakat beragam budaya. Tak Jarang yang
terjadi. kebudayaan bukannva mempersatukan masyarakat, tetapi
malah memecah belah masyarakat. Karena itu, tantangan masyarakat sekarang
adalah bagaimana membuat agar kehudayaan bisa berfungsi mempersatukanmasyarakat di
tengah kondisi keragaman kebudayaan.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Manusia adalah makluk yang berbudaya selalu hidup
dengan landasan berbudaya dan yang di maksud berbudaya iyalah pola hidup
menyeluruh.
Kegian berinteraksi setiap manusia selalu beragam
sesuai dengan budaya masing masing, dan suatu budaya selalu bisa berubah
berubah.
Contoh kegiatan berbudaya ada beragam ada
hubungan antara individu dengan individu lainnya, individu dengan kelompok,
kelompok dengan kelompok, dan masih ada yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Mohammad,
Omar. Pengertian dan defisini manusia.
Sosiologi SMA Jilid 1, Hal :
41-42, Penerbit : PhiBeta, Penulis : Saptono dan Bambang Suteng.

0 komentar:
Posting Komentar