Jumat, 06 November 2015

Manusia sebagai makluk berbudaya

Kata Pengantar

          Puji dan syukur saya ucapkan atas hadirnya Allah swt, karena berhat dan rahmatnya saya bias menyelesaikan karya ilmia yang berjudul tentang Manusia Sebagai Makluk Berbudaya, Makala ini saya buat untuk menyelesaikan tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.
           
            Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam mengerjakan karya ilmia saya yang berjudul Manusia Sebagai Makluk Berbudaya, Karna bantuan semua pihak saya dapat menyesesaikan karya ilmia saya dengan tepat waktu. Karna itu saya berharap ada kritik dan saran yang dapat lebih menotifasi saya dalam membuat karya ilmia selanjutnya.

            Semoga karya ilmia yang saya buat dapat memberikan bermanfaat kepada saudara sekalian yang membaca dan dapat memberikan informasi.


Bogor, 29 September 2015
Penyusun



Raka Adjie Putrawan









DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Tujuan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Definisi manusia
2.2 Definisi budaya
2.3 Pengertian berbudaya

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Fungsi berkebudayaan dalam masyarakat
3.2 Fungsi berbudaya          


BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan


















BAB I

Pendahuluan



1.1    Latar Belakang

Manusia adalah satu satunya makluk yang ciptaan Tuhan yang paling sempuna diantara makluk makluk lain. Denga akal dan budi yang diberikan kepada manusia agar dapat bersosialisasi secara individu atau dengan satu sama lain, dan dapat mengambil keputusan diantara semua pilihan yang ada, mengambil segala pelajaran dalam kehidupannya baik itu kejadian yang menyenangkan atau kejadian yang kurang menyenangkan, serta dapat mempertimbangkan baik atau buruknya segala hal yang akan mempengaruhi kehidupannya.
Setiap manusia selalu menjalani segala aktifitas baik segala aktifitas pribadi, keluarga, etnis/suku, kelompok, dan masyarakat. Pada umumnya kegiatan yang terjadi pada kegiatan pribadi merupakan kegiatan yang sudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.
Kegiatan yang terjadi pada setiap hari merupakan kegiatan yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap seseorang. Ada beberapa kegiatan yang mempengaruhi budaya seseorang.



1.2    Tujuan

Adapun tujuan yang diperoleh dari karya ilmia ini adalah sebagai berikut:

1.      Fungsi berkebudayaan dalam masyarakat ?
2.      Fungsi berbudaya ?

















BAB II

Landasan Teori



2.1 Definisi manusia

      Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan


2.4  Definisi budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.







2.3 Pengertian berbudaya

     Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
     Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.






















BAB III

PEMBAHASAN



3.1 Fungsi berkebudayaan dalam masyarakat

            Kebudayaan merupakan hal tak terpisahkan dan masyarakat. Di mana ada masyarakat, di situ ada kebudayaan.  Kebudayaan merupakan penopang hidup masyarakat. Kebudayaan mempunyai fungsi tertentu dalammasyarakat. Fungsi tersebut bisa kita pahami berdasarkan sudut pandang teori sosiologi.

           Menurut teori fungsional-struktural, kebudayaan berfungsiuntuk memelihara seluruh prosesdalam masyarakat. Pertama-tama,kebudayaan berfungsimempersatukan masyarakat dan menciptakan stabilitas. Hal itu terwujud melalui kesediaan masyarakat untuk menerima nilai-nilai inti sebagai pedoman kehidupan bersama. Lebih lanjut, kebudayaan memungkinkan masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan fisik maupun non-fisik. Sebagaimana sudah dibahas di atas,
kebudayaan terdiri atas empat wujud. Keempat wujud kebudayaan itu semuanya merupakan kebutuhan masyarakat.
         1.  Wujud pertama kebudayaan berupa benda-benda fisik, terutamaberfungsi untuk memenuhi kebutuhan fisik masyarakat.   

      2. Wujud kedua kebudayaan berupa sistem sosial, terutama berfungsi untuk memenuhi  kebutuhan untuk menata kehidupan bersama. 

3.Wujud ketiga kebudayaan berupa sistem budaya berfungsi untukmemenuhi kebutuhan emosional-spiritual (makna hidup)

     4. Wujud keempat kebudayaan berupa nilai budaya. atau terutamaberfungsi untuk memenuhi kebutuhan identitas diri atau kelompok masyarakat.

           Sementara itu, menurut sudut pandang teori konflik sosial, kebudayaan terutama berfungsi untuk meemelihara ketidaksamaan sosial. dengan kata lain,kebudayaan sesungguhnva berfungsi untuk memelihara dominasi kelompok tertentu dalam masyarakat terhadap kelompok lainnya. Adanya dominasi kelompok tersebut akan menimbulkan ketidakpuasan kelompok lain. Hal itu pada gilirannya akan mendorong timhulnya perubahan sosial

      Apabila dicermati, kedua sudut pandang tersebut memiliki kebenaranmasing-masing. Karena itu. keduanya memiliki pandangan yang saling melengkapi dalam memahami fungsi kebudayaan. Atas dasar kedua pandangantersebut. dapat disimpulkan bahwa kebudayaan setidaknya memiliki fungsi sebagai berikut.

3.2 Fungsi berbudaya

Fungsi Kebudayaan antara lain sebagai berikut :
a. Mempersatukan masyarakat.
b. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
c. Mendorong terjadinya perubahan masyarakat.

        Dari ketiga fungsi tersebut. fungsi kebudaayan untuk dapat‘mempersatukan masyarakat’ umumnya makin problematis. Hal itu karenamasyarakat sekarang cenderung merupakan masyarakat beragam budaya. Tak Jarang yang terjadi. kebudayaan bukannva mempersatukan masyarakat, tetapi malah memecah belah masyarakat. Karena itu, tantangan masyarakat sekarang adalah bagaimana membuat agar kehudayaan bisa berfungsi mempersatukanmasyarakat di tengah kondisi keragaman kebudayaan.
           
































BAB IV

PENUTUP


4.1 Kesimpulan

Manusia adalah makluk yang berbudaya selalu hidup dengan landasan berbudaya dan yang di maksud berbudaya iyalah pola hidup menyeluruh.
Kegian berinteraksi setiap manusia selalu beragam sesuai dengan budaya masing masing, dan suatu budaya selalu bisa berubah berubah.
Contoh kegiatan berbudaya ada beragam ada hubungan antara individu dengan individu lainnya, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, dan masih ada yang lainnya.
































DAFTAR PUSTAKA


Mohammad, Omar. Pengertian dan defisini manusia.

Sosiologi SMA Jilid 1, Hal : 41-42, Penerbit : PhiBeta, Penulis : Saptono dan Bambang Suteng.



Ditulis Oleh : raka17.blogsport.com // 04.10
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Diberdayakan oleh Blogger.